BerandaBlog › Aksesoris
AKSESORIS Cara Pasang OtomatisRadar Toren Air BiarPompa Nggak Nyala DABFOS
Aksesoris25 Desember 20254 menit baca

Cara Pasang Otomatis Radar Toren Air Biar Pompa Nggak Nyala Terus

Pompa nyala terus sampai toren luber? Simak cara pasang otomatis radar toren air langkah demi langkah, lengkap patokan jarak bola dan tips dari teknisi 15 tahun.

Toren sudah penuh sampai luber ke atap, tapi pompa masih meraung nggak berhenti? Atau sebaliknya, air di bak mandi habis padahal toren kosong dan pompa adem ayem? Dua-duanya masalah klasik yang tiap minggu saya temui di lapangan, dan solusinya cuma satu: pasang radar toren. Di artikel ini saya jelaskan cara pasang otomatis radar toren air langkah demi langkah, lengkap dengan patokan angka yang biasa saya pakai supaya pompa nyala hanya saat perlu, bukan terus-terusan sampai gulungan dinamonya cepat gosong.

Kenapa Pompa Nyala Terus Tanpa Radar Toren

Pompa dorong biasa (misal Shimizu PS-128BIT atau Grundfos kecil) cuma punya pressure switch yang membaca tekanan pipa, bukan level air di toren. Jadi selama keran di bawah kebuka atau ada rembes sedikit, pompa akan terus mengisi walau toren sudah penuh. Akibatnya: air luber, meteran listrik lari, dan gulungan pompa panas berkepanjangan. Radar toren adalah saklar pelampung yang membaca ketinggian air langsung di dalam toren, lalu memutus setrum pompa begitu air penuh. Sederhana, tapi menyelamatkan pompa dan tagihan listrik Anda.

Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan

Sebelum naik ke atas toren, siapkan dulu semuanya biar nggak bolak-balik turun tangga:

Cara Pasang Otomatis Radar Toren Langkah Demi Langkah

Inti pemasangan radar toren adalah menyisipkan saklar pelampung ini secara seri di kabel fasa (setrum) menuju pompa. Ikuti urutan ini:

  1. Matikan MCB pompa dulu, pastikan dengan tespen kabel sudah tidak nyetrum. Jangan skip langkah ini.
  2. Pasang badan radar di bibir toren, biasanya digantung lewat lubang tutup atau dijepit di tepi. Bandul pemberat (biji radar) menggantung ke dalam, dua bola pelampung di ujung kabelnya.
  3. Radar punya dua kabel keluaran. Potong kabel fasa yang menuju pompa, lalu sambungkan dua ujung potongan itu ke dua kabel radar. Kabel netral (nol) biarkan lurus, tidak diputus.
  4. Sambungan wajib pakai isolasi bakar, lalu klem rapi supaya tidak terkena air hujan yang masuk lewat celah tutup toren.
  5. Nyalakan MCB. Saat toren kosong, bola turun, pompa harus menyala. Saat toren penuh, bola naik, pompa harus mati. Kalau kebalikannya, tinggal balik posisi bandul (mode isi/kuras) sesuai petunjuk di badan radar.
Tips DABFOS: Untuk pompa jet pump besar di atas 1 PK, JANGAN sambung radar langsung ke jalur pompa. Kontak bola akan cepat gosong kena lonjakan arus start. Pasang radar untuk memicu coil relay/kontaktor, dan biarkan kontaktor yang menahan beban pompa. Umur radar bisa bertahan bertahun-tahun.

Setel Jarak Bola Biar Pompa Nggak Cetak-Cetek

Ini bagian yang paling sering dilewati orang. Dua bola pelampung pada radar dihubungkan seutas tali; jarak antar bola inilah yang menentukan selisih level air saat pompa nyala dan mati. Kalau kedua bola terlalu rapat (misal cuma 5 cm), pompa akan nyala-mati sangat sering (cetak-cetek) karena air turun sedikit saja langsung memicu start. Ini yang cepat membakar kapasitor dan starting winding.

Kesalahan Umum di Lapangan

Tiga hal yang paling sering bikin radar cepat rusak: memutus kabel netral (harusnya fasa), memakai kabel terlalu kecil sehingga panas, dan memasang radar tanpa proteksi dari cipratan air. Satu lagi, jangan lupa tetap sisakan pressure switch di pompa. Radar mengurus level toren, pressure switch mengurus tekanan pipa; keduanya bekerja bersama, bukan saling menggantikan.

Konsultasi Gratis via WhatsApp DABFOSChat WhatsApp

Pompa jenis ini juga dikenal sebagai pompa benam, pompa sumur dalam, pompa sumur bor — istilah yang berbeda untuk perangkat yang sama.

Butuh bantuan langsung dari tim DABFOS?Chat WhatsApp