Cara Memilih Pompa Submersible Sesuai Kedalaman Sumur
Salah pilih daya pompa submersible bikin air kecil atau boros listrik. Panduan mencocokkan pompa DABFOS dengan kedalaman dan kebutuhan air rumah Anda.
Pompa submersible (pompa satelit) bekerja terendam di dalam sumur dan mendorong air ke atas, bukan menyedotnya seperti pompa permukaan. Karena itu ia sanggup menangani sumur dalam yang tidak bisa dijangkau pompa biasa. Tapi justru karena kemampuannya besar, salah memilih daya justru merugikan: terlalu kecil air tidak naik, terlalu besar boros listrik dan cepat menyedot sumur kering.
Yang menentukan bukan cuma kedalaman, tapi total head
Total head adalah jumlah dari kedalaman muka air, tinggi dorong ke toren, plus kerugian gesekan di sepanjang pipa. Sumur 50 meter dengan toren di lantai 3 membutuhkan pompa lebih kuat dibanding sumur 50 meter dengan toren di permukaan tanah. Inilah kesalahan paling umum: orang hanya melihat angka kedalaman sumur.
Patokan umum berdasarkan kedalaman muka air
- Sumur 20–40 meter: 0.5 HP umumnya cukup untuk rumah 1–2 lantai.
- Sumur 40–60 meter: 0.75 HP sampai 1 HP tergantung jumlah titik air.
- Sumur 60–90 meter: 1 HP sampai 1.5 HP untuk debit yang stabil.
- Sumur 90–120 meter: 2 HP atau pompa 4 inci untuk head tinggi.
Faktor lain yang sering terlupa
- Diameter sumur: pompa 3 inci untuk sumur bor sempit, 4 inci untuk yang lebih lebar.
- Jumlah titik air aktif bersamaan: makin banyak keran, makin besar debit yang dibutuhkan.
- Kualitas air: air berpasir membutuhkan pompa dengan ketahanan abrasi lebih baik.
Pompa submersible DABFOS tersedia dalam beberapa varian impeller dan casing untuk mencocokkan kebutuhan ini, dari sumur rumah tangga hingga kebutuhan yang lebih berat.
Pompa jenis ini juga dikenal sebagai pompa sumur dalam, pompa sumur bor, pompa satelit — istilah yang berbeda untuk perangkat yang sama.