BerandaBlog › Pemilihan
PEMILIHAN Tabel RekomendasiPompa SubmersibleBerdasarkan Kedalaman DABFOS
Pemilihan21 Juni 20264 menit baca

Tabel Rekomendasi Pompa Submersible Berdasarkan Kedalaman Sumur

Bingung memilih pompa untuk sumur bor Anda? Simak tabel rekomendasi pompa submersible berdasarkan kedalaman sumur, lengkap dengan patokan HP, diameter casing, dan angka head yang sudah teruji di lapangan.

Setelah 15 tahun turun ke lapangan, saya sering menemukan orang membeli pompa submersible hanya berdasarkan kedalaman sumur di angka meter saja. Padahal salah pilih HP bisa bikin pompa cepat panas, air keluar seret, atau malah motor terbakar dalam hitungan bulan. Artikel ini memberi rekomendasi pompa submersible berdasarkan kedalaman sumur yang benar-benar dipakai teknisi, lengkap dengan patokan angka, bukan sekadar teori. Simpan tabelnya sebelum Anda memutuskan beli.

Kunci Utama: Bukan Kedalaman, Tapi Head Total

Kesalahan paling umum adalah menyamakan kedalaman sumur dengan daya pompa. Yang menentukan sebenarnya adalah head total (total dinamic head), yaitu penjumlahan dari beberapa komponen berikut:

Jadi sumur 32 m + toren 8 m + friction 6 m + sisa tekanan 5 m = head total sekitar 51 m. Angka inilah yang Anda cocokkan ke spesifikasi pompa, bukan angka 32 m tadi.

Tabel Rekomendasi Berdasarkan Kedalaman Muka Air

Berikut patokan cepat untuk pemakaian rumah tangga hingga usaha kecil, dengan asumsi debit kebutuhan 20–40 liter/menit dan casing sumur 4 inch (paling umum di Indonesia):

  1. Muka air 0–15 m (sumur dangkal): pompa submersible 0,25–0,37 HP, head 20–35 m. Cocok untuk rumah 1 lantai, isi toren 550–1000 liter.
  2. Muka air 15–30 m: pompa 0,5–0,75 HP, head 40–60 m. Ini kelas paling laris untuk rumah 2 lantai. Debit sekitar 30–45 liter/menit.
  3. Muka air 30–50 m: pompa 1–1,5 HP, head 70–100 m. Butuh kabel dan pipa 1 inch yang mumpuni; jangan pakai pipa 3/4 inch karena friction loss membengkak.
  4. Muka air 50–80 m: pompa 2–3 HP, head 110–150 m, tipe satelit multistage. Biasanya untuk sumur produktif, kos-kosan, atau usaha cuci mobil.
  5. Muka air di atas 80 m: pompa 4 HP ke atas, head 180 m lebih, wajib hitung debit sumur (yield test) dulu agar pompa tidak kering.
Tips DABFOS: Tips lapangan: Selalu pasang pompa minimal 3–5 meter di atas dasar sumur, jangan mepet dasar. Ini mencegah pompa menghisap pasir/lumpur yang jadi penyebab nomor satu impeller aus dan motor macet. Kalau sumur berpasir, tambahkan sand guard atau naikkan posisi pompa lagi.

Jangan Lupakan Debit Sumur (Yield)

Pompa 3 HP di sumur yang cuma sanggup keluar 20 liter/menit adalah resep kerusakan. Pompa akan menyedot air lebih cepat dari kemampuan sumur mengisi, lalu running kering (dry running) dan motor terbakar. Lakukan tes sederhana: pompa terus selama 30–60 menit, amati apakah muka air stabil atau terus turun. Jika terus turun sampai mendekati pompa, turunkan HP atau pasang pelindung dry running / water level control. Untuk sumur dengan debit pas-pasan, pompa 1 HP yang stabil jauh lebih awet daripada 2 HP yang sering kehabisan air.

Kesesuaian Diameter Casing dan Kabel

Kedalaman juga menentukan komponen pendukung, yang sering diabaikan pembeli:

Tabel di atas adalah titik awal yang aman, tapi setiap sumur punya karakter berbeda — muka air, debit, dan jarak toren bisa mengubah rekomendasi HP satu tingkat. Kalau ragu, kirimkan data kedalaman bor, muka air, dan tinggi toren Anda ke tim kami. Di DABFOS kami bantu hitung head total dan pilihkan pompa submersible yang pas, bukan yang paling mahal.

Konsultasi Gratis via WhatsAppChat WhatsApp

Pompa jenis ini juga dikenal sebagai pompa sibel, pompa celup, pompa benam — istilah yang berbeda untuk perangkat yang sama.

Butuh bantuan langsung dari tim DABFOS?Chat WhatsApp