Beranda › Blog › Istilah
ISTILAH Pompa Sumur Dangkal vsSumur Dalam: KenaliPerbedaan Istilahnya DABFOS
Istilah28 Agustus 20264 menit baca

Pompa Sumur Dangkal vs Sumur Dalam: Kenali Perbedaan Istilahnya

Salah membedakan pompa sumur dangkal vs sumur dalam bisa membakar dinamo dalam hitungan hari. Kenali patokan muka air statis, batas sedotan 9 meter, dan kapan harus pakai jet pump atau submersible.

Setiap minggu selalu ada pelanggan yang bingung menentukan pompa untuk rumahnya. "Pak, sumur saya dalam nggak sih?" Padahal jawabannya sederhana kalau kita paham istilahnya. Salah pilih antara pompa sumur dangkal dan sumur dalam bukan cuma bikin air tidak naik, tapi juga bisa membakar dinamo dalam hitungan hari. Setelah 15 tahun bongkar-pasang pompa di lapangan, saya rangkum perbedaan istilah yang wajib Anda tahu sebelum belanja.

Patokan Utama: Kedalaman Muka Air, Bukan Kedalaman Sumur

Ini kesalahpahaman paling umum. Yang menentukan jenis pompa bukan seberapa dalam Anda menggali, tapi seberapa dalam permukaan air dari posisi pompa (muka air statis). Contoh nyata: sumur bor 30 meter, tapi airnya sudah muncul di kedalaman 6 meter. Itu tetap kategori sumur dangkal. Sebaliknya, sumur cuma 12 meter tapi muka air di 10 meter, itu sudah masuk area sumur dalam.

Kenapa Pompa Dangkal Tidak Bisa "Menyedot" Air Terlalu Dalam?

Hukum fisika, bukan soal merek. Pompa sumur dangkal bekerja dengan menyedot (menciptakan kevakuman). Secara teori, sedotan maksimal atmosfer hanya sekitar 10,3 meter, dan di lapangan realistisnya cuma 8-9 meter karena ada rugi-rugi pipa dan kebocoran udara. Maka jangan heran kalau pompa dangkal Shimizu PS-128BIT atau Sanyo tipe setara "ngempos" saat dipaksa menyedot dari 11 meter. Itu bukan pompanya rusak, memang di luar kemampuan fisiknya. Untuk kondisi begini, solusinya pindah ke jet pump atau turunkan pompa lebih dekat ke air.

Mengenal Si Pompa Celup (Submersible / Satelit / Sibel)

Di lapangan, pompa submersible punya banyak nama panggilan: pompa satelit, pompa sibel, atau pompa celup. Bentuknya panjang seperti tabung dan dimasukkan langsung ke dalam sumur bor, terendam air. Karena mendorong air dari bawah (bukan menyedot dari atas), pompa jenis ini sanggup mengangkat air dari kedalaman 30, 50, bahkan ratusan meter. Merek yang sering saya pasang antara lain Grundfos (kelas premium, awet untuk industri dan gedung), Wasser, dan Shimizu untuk kelas rumahan. Grundfos memang harganya bisa 3-4 kali lipat merek lokal, tapi jujur saja untuk pemakaian rumah tangga biasa, submersible Wasser atau Shimizu 4 inci sudah lebih dari cukup dan sparepart-nya gampang dicari di toko.

Tips DABFOS: Sebelum beli, ukur dulu muka air statis pakai cara sederhana: turunkan tali berpemberat sampai terdengar/terasa menyentuh air, lalu ukur panjang tali yang basah. Catat juga muka air saat pompa menyala (drawdown). Dua angka ini yang menentukan pilihan pompa, bukan tebakan tukang gali.

Ringkasan Cara Memilih di Lapangan

  1. Ukur muka air statis. Di bawah 9 meter, aman pakai pompa sumur dangkal.
  2. Muka air 9-20 meter, naik kelas ke jet pump. Shimizu PC-260BIT atau Wasser jet pump jadi andalan warga.
  3. Muka air di atas 20 meter, wajib submersible/satelit. Sesuaikan diameter dengan lubang bor (umumnya 3 atau 4 inci).
  4. Perhitungkan total head, yaitu kedalaman air ditambah ketinggian tandon/toren di atap. Sumur 15 meter plus toren 8 meter berarti pompa harus sanggup dorong 23 meter.

Satu lagi: jangan tergiur daya watt besar untuk sumur dangkal. Pompa 125 watt sudah cukup untuk rumah dua kamar mandi dengan muka air 7 meter. Watt besar di kondisi salah malah boros listrik dan cepat panas.

Masih ragu sumur Anda masuk kategori dangkal atau dalam? Kirim data muka air dan tinggi toren Anda ke tim DABFOS, kami bantu hitungkan pompa yang paling pas sebelum Anda salah beli.Chat WhatsApp

Pompa jenis ini juga dikenal sebagai pompa benam, pompa sumur dalam, pompa sumur bor — istilah yang berbeda untuk perangkat yang sama.

Butuh bantuan langsung dari tim DABFOS?Chat WhatsApp